Rabu, 10 November 2010

Cinta Dua Dunia

teringat saat dulu kau tersenyum bercanda tawa kepadaku saat itu .

kini ku tak percaya kau menutup matamu .

ku yakin smua ini yg terbaik tapi ku tak rela bila ini harus terjadi kini ku hanya bisa menuliskan lagu ini .

aku ingin kau dengar kan lagu ini untuk dirimu meski ku tak kini tak bersama lagi ku ingin kau ingat aku

walau kau berada di sana , di tempat yg abadi slamanya tapi ku yakin kau dengar suara ku dan rasakan apa yang kurasa .

aku ingin engkau dengarkan lagu ini untuk dirimu meski kita kini tak bersama lagi ku ingin kau ingat aku .

walau kau brada di sana , di tempat yang abadi slamanya .

tapi ku yakin kau dengar suara ku .

dan rasakan apa yang kurasa .


Selasa, 09 November 2010

Madcon Beggin :D

Ooh
Put your loving hand out, baby
I'm beggin'!

Beggin', beggin' you
Put your lovin' hand out baby
Beggin', beggin' you
Put your lovin' hand out darlin'

Ridin' high, when I was king
Played it hard and fast 'cause I had everything
Walked away, wonderin' then
Would easy come and easy go, when it would end

So why anytime I bleed, ya let me go
Anytime I reach, ya get me yo
Anytime I seek, ya let me know
But I planted that seed, just let me go

I'm on my knees while I'm beggin'
'Cause I don't wanna lose you
I got my arms so spread, I hope that my heart gets fed
Matter of fact girl I'm beggin' you

Beggin', beggin' you
Put your lovin' hand out baby
Beggin', beggin' you
Put your lovin' hand out darlin'

I need you to understand
Tried so hard to be your man
The kind of man you want in the end
Only then can I begin to live again

An empty shell I used to be
Shadow of my life was hangin' over me
A broken man but I don't know
Won't even stand a devil's chance to win my soul

What we doin'? What we chasin'?
Why da bottom? Why da basement?
Why we got good shit, don't embrace it?
Why the feel for the need to replacement?

You're on a wrong way track from the good
I only painted a picture, anywhere we could be at
Like the heart in the best way should
You done gave it away, ya had it 'til ya took it back

But I keep walkin' on, keep open doors
Keep hopin' for, th-that the call is yours
Keep browsin' halls 'cause I don't wanna live in a broken home
Girl I'm beggin'

Beggin', beggin' you
Put your lovin' hand out baby
Beggin', beggin' you
Put your lovin' hand out darlin'

I'm fightin' hard to hold my own
Just can't make it all alone
I'm holdin' on, can't fall back
I'm just a con 'bout to fade to black!

Beggin', beggin' you
Put your lovin' hand out baby
Beggin', beggin' you
Put your lovin' hand out darlin'

Beggin', beggin' you
Put your lovin' hand out baby
Beggin', beggin' you
Put your lovin' hand out darlin'

Minggu, 07 November 2010

You .

You did it again
You did hurt my heart
I don’t know how many times

You... I don’t know what to say
You’ve made me so desperately in love
and now you let me down

You said you’d never lie again
You said this time would be so right
But then I found you were lying there by her side

You.. You turn my whole life so blue
Drowning me so deep, I just can reach myself again
You.. Successfully tore myheart
Now it’s only pieces
Nothing left but pieces of you

You frustated me with this love
I’ve been trying to understand
You know i’m trying i’m trying

You.. I don’t know what to say
You’ve made me so desperately in love
And now you let me down

Love ?

Seberapa besar kau mencintaiku ?
Jangan lagi kau jawab dengan puisi karya Elizabeth Browning
Jawablah aku semampumu, karena letih aku menunggu. Layakkah cinta ini dipertahankan ? Jangan lagi kau jawab biarkan seperti air yg mengalir.
Berikan aku kepastian karena sudah kulayari sungai cinta kita dengan riak jeram tak hentinya
Aku iklas menjalani namun jawablah, yakinkan aku, seberapa besar kau mencintaiku ?

Rabu, 03 November 2010

Kisah Seorang Anak memainkan Piano untuk Ibunya

Saya seorang mantan guru sekolah musik dari Desa Moines, Iowa. Saya mendapat nafkah dengan mengajar piano-selama lebih dari 30 tahun. Selama itu, saya menyadari tiap anak punya kemampuan musik yang berbeda. Tapi saya tidak pernah merasa telah menolong walaupun saya telah mengajar beberapa murid berbakat. Walaupun begitu, saya ingin bercerita tentang murid yang "tertantang secara musik". Contohnya adalah Robby.

Robby berumur 11 tahun, ketika ibunya memasukkan dia dalam les untuk pertama kalinya. Saya lebih senang kalau murid (khususnya laki-laki) mulai ketika lebih muda, saya jelaskan itu pada Robby. Tapi Robby berkata, ibunya selalu ingin mendengar dia bermain piano. Jadi saya jadikan dia murid.

Robby memulai les pianonya dan dari awal saya pikir dia tidak ada harapan.Robby mencoba, tapi dia tak mempunyai perasaan nada maupun irama dasar yang perlu dipelajari. Tapi dia mempelajari benar-benar tangga nada dan beberapa pelajaran awal yang saya wajibkan untuk dipelajari semua murid.

Selama beberapa bulan, dia mencoba terus dan saya mendengarnya dengan ngeri dan terus mencoba menyemangatinya. Setiap akhir pelajaran mingguannya, dia berkata, "Ibu saya akan mendengar saya bermain pada suatu hari."

Tapi rasanya sia-sia saja. Dia memang tak berkemampuan sejak lahir. Saya hanya mengetahui ibunya dari jauh ketika menurunkan Robby atau menjemput Robby. Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan tapi tidak pernah turun.

Pada suatu hari, Robby tidak datang lagi ke les kami. Saya berpikir untuk menghubunginya, tapi karena ketidakmampuannya, mungkin dia mau les yang lain saja. Saya juga senang dia tidak datang lagi. Dia menjadi iklan yang buruk untuk pengajaran saya!

Beberapa minggu sesudahnya, saya mengirimkan brosur ke tiap murid, mengenai pertunjukan yang akan dilaksanakan. Yang mengagetkan saya, Robby (yang juga menerima brosur) menanyakan saya apakah dia bisa ikut pertunjukan itu.

Saya katakan kepadanya, pertunjukan itu untuk murid yang ada sekarang dan karena dia telah keluar, tentu dia tak bisa ikut.

Dia katakan bahwa ibunya sakit sehingga tak bisa mengantarnya ke les, tapi dia tetap terus berlatih. "Bu Hondrof... saya mau main!" dia memaksa.

Saya tidak tahu apa yang membuat saya akhirnya membolehkan dia main di pertunjukan itu. Mungkin karena kegigihannya atau mungkin ada sesuatu yang berkata dalam hati saya bahwa dia akan baik-baik saja.

Malam pertunjukan datang. Aula itu dipenuhi dengan orang tua, teman, dan relasi. Saya menaruh Robby pada urutan terakhir sebelum saya ke depan untuk berterima kasih dan memainkan bagian terakhir. Saya rasa kesalahan yang dia buat akan terjadi pada akhir acaradan saya bisa menutupinya dengan permainan dari saya.

Pertunjukan itu berlangsung tanpa masalah. Murid-murid telah berlatih dan hasilnya bagus. Lalu Robby naik ke panggung.Bajunya kusut dan rambutnya bagaikan baru dikocok. "Kenapa dia tak berpakaian seperti murid lainnya?" pikir saya. "Kenapa ibunya tidak menyisir rambutnya setidaknya untuk malam ini?"

Robby menarik kursi piano dan mulai. Saya terkejut ketika dia menyatakan bahwa dia telah memilih Mozart's Concerto#21 in C Major. Saya tidak dapat bersiap untuk mendengarnya.Jarinya ringan di tuts nada, bahkan menari dengan gesit. Dia berpindah dari pianossimo ke fortissimo.. . dari allegro ke virtuoso. Akord tergantungnya yang diinginkan Mozart sangat mengagumkan! Saya tak pernah mendengar lagu Mozart dimainkan orang seumur dia sebagus itu!

Setelah enam setengah menit, dia mengakhirinya dengan crescendo besar dan semua terpaku disana dengan tepuk tangan yang meriah. Dalam air mata, saya naik ke panggung dan memeluk Robby dengan sukacita. "Saya belum pernah mendengar kau bermain seperti itu, Robby!Bagaimana kau melakukannya? "

Melalui pengeras suara Robby menjawab, "Bu Hondorf...ingat saya berkata bahwa ibu saya sakit? Ya, sebenarnya dia sakit kanker dan dia telah berlalu pagi ini. Dan sebenarnya.. . dia tuli sejak lahir jadi hari inilah dia pertama kali mendengar saya bermain. Saya ingin bermain secara khusus."

Tidak ada satu pun mata yang kering malam itu. Ketika orang-orang dari Layanan sosial membawa Robby dari panggung ke ruang pemeliharaan, saya menyadari meskipun mata mereka merah dan bengkak, betapa hidup saya jauh lebih berarti karena mengambil Robby sebagai murid saya.

Tidak, saya tidak pernah menjadi penolong, tapi malam itu saya menjadi orang yang ditolong Robby. Dialah gurunya dan sayalah muridnya. Karena dialah yang mengajarkan saya artiketekunan, kasih, percaya pada dirimu sendiri, dan bahkan mau memberikesempatan pada seseorang yang tak anda ketahui mengapa.

Peristiwa ini semakin berarti ketika, setelah bermain di Desert Storm, Robby terbunuh oleh pengeboman yang tak masuk akal oleh Alfred P. Murrah Federal Building di Oklahoma pada April 1995, ketika dilaporkan.. . dia sedang main piano.